Halaman

Jumat, 28 Juni 2013

INDAHNYA MEMAKSA



Setiap kita mungkin pernah mengalami masa-masa di mana kita menyesali suatu keadaan. Jika boleh berandai, ingin rasanya kita membalik waktu dan mengubah kondisi yang kita sesali itu dengan keadaan yang lebih baik. Misalnya, ingin menarik ucapan buruk yang terlanjur keluar, perilaku yang tidak sepantasnya hingga membuka aib diri, atau kecerobohan yang berakibat fatal yang seharusnya bisa kita hindari. Tapi, waktu tak akan pernah bisa kembali. Allah memaksa kita tetap berada pada kondisi yang tidak enak itu. Mau atau tidak!
            Mengapa Allah memaksa kita menghadapi kondisi pahit tak terperi? Awal dan akhirnya sesungguhnya berpulang pada diri kita. Bisa jadi sebelumnya Allah swt telah memberi peringatan-peringatan kecil akan kelalaian yang ada. Ketika kita sembarangan makan, mulai ada sakit-sakit di pencernaan. Tapi makin kalap makan apa saja yang tak sehat, tahu-tahu sudah ada kanker stadium akut di usus kita.
            Warning kecil dari Allah biasanya selalu ada ketika kita berlaku lalai. Masalahnya, kita mau atau tidak memaksa diri untuk berhenti? Jika tidak, maka Allah yang akan memaksa kita menghentikan kelalaian itu dengan hal yang membuat jera. Jangan tanya rasanya jika Allah sudah memaksa.
            Fitrah manusia tidak suka dipaksa, apalagi oleh sesuatu di luar diri kita. Seorang anak tidak suka dipaksa orangtuanya, walau ternyata akhirnya baik untuknya. Kita pun tak suka jika atasan memaksa kita melakukan kerja berat, yang ternyata mendatangkan bonus besar untuk kita. Pemaksaan memang tidak enak tapi sering kali baik akhirnya.
            Ada kata hikmah yang mengatakan , “jika kamu mau bersikap kejam pada diri sendiri, maka alam semesta akan memperlakukanmu dengan lebih mudah” dan “kita tak akan bisa memaksa orang lain, jika kita tidak pernah memaksa diri lebih dulu”.
            Jangan sekadar ingin rutin qiyamullail, tanpa terbiasa memaksa diri bangun saat kantuk masih menyengat. Atau rajin membuat resolusi menjelang awal tahun, tapi tidak memaksa diri menjalani hal-hal kecil yang bisa mengantarkan kita pada capaian resolusi tersebut. Sesuatu yang baik butuh pengorbanan dan paksaan untuk mencapainya. Karena sebelum pihak lain memaksa, paksalah diri kita lebih dulu. Pemaksaan yang paling indah adalah yang berasal dari dalam, bukan dari luar. (sumber: majalah ummi).

TERSENYUMLAH HATI YANG BERSEDIH



Saat kita menempuh onak duri dunia
Derita sekali sekala mencuit hati
Hati remuk menangis tidak henti
Kesedihan terus menerus bersemadi di dasar hati
Ketika itu sabar pun tidak dikenali lagi
Dalam terharu….
Air mata tertumpah juga
Wahai hamba Ilahi
Begitulah kehidupan di dunia
Kita tidak akan sesekali dapat menjangkau
Apa yang Allah aturkan untuk kita
Adakalanya kita tersangat gembira
Adakalanya kita tersangat kecewa
Namun…..
Jangan risau manusia
Allah itu Tuhan kita
Tuhan yang Maha luas kasih sayang-Nya
Percayalah…..
Allah tidak akan menduga hamba-Nya
Kecuali untuk melihat hamba-Nya
Tersenyum di sana
Tertawa di sana
Berbahagia di sana
Insya Allah di Syurga
Yang mengalir di bawahnya sungai2 yang mendamaikan jiwa
Oh indahnya…
Wahai hamba Allah
Jangan bersedih….
Karena Anda telah melalui kesedihan itu kemarin
Dan ia sama sekali tidak memberi sebarang manfaat pun pada keesokan harinya
Kesedihan demi kesedihan
Bakal membuat Anda semakin terpuruk dalam keputusasaan
Dan dunia yang lurus dirasakan sempit dan tidak lagi berguna
Padahal,,dunia inilah kesempatan untuk kita dekatkan diri kepada Allah
Untuk kita raih Syurga-Nya yang tersangat indah
Serta bebas daripada rasa kesedihan
Gara-gara kesedihan…
Air yang manis akan terasa pahit
Makanan yang lezat terasa hambar
Bunga mawar yang mekar mewangi kembali layu
Ingatlah tangisan terindah itu…..
Apabila butir-butir air mata mengalir hangat di pipi
Lantaran terasa diri kita begitu kerdil di sisi Allah
Dan begitu berdosanya diri kita di sisi Allah
Wahai hamba Allah
Lihatlah di sekeliling kamu dan teguhkanlah pendirianmu
Sepanjang hidup dan usiamu jangan mudah berputus asa
Senyum yang kau berikan…
Dan air mata yang kau teteskan
Simpan…jadikan tauladan
Segala yang kau pandang dan dengar
Simpan…buat pedoman
Hey you!!! Think positive..okay!!
You don’t know everything but Allah knows everything..
Don’t be sad..
Allah always with you..

SEMUT, SI MUNGIL AJAIB



Teman-teman, kalian tentu tahu dengan semut bukan? Ya, binatang yang mungil ini kerap terlihat di rumah kita. Dia juga suka membuat kesal ibu-ibu kita, karena semut gemar mengerubungi gula, makanan, roti, permen, dan sebagainya.
Tapi tahu nggak teman-teman, dibalik kelakuannya yang mengesalkan itu, banyak sifat-sitaf baik semut yang patut kita contoh. Semut adalah jenis hewan yang cerdas, suka menolong, rela berkorban demi saudara-saudara dan temannya, juga sangat rajin dan terampil. Tidak percaya?
Semut termasuk binatang dalan genus serangga. Karena jumlahnya sangat banyak, semut adalah hewan dengan populasi terpadat di dunia. Bahkan jumlah pasukan semut juga lebih banyak daripada kita, manusia. Jenisnya juga sangat banyak, saat ini sekitar 8.800 spesies. Wah, banyak sekali ya. Semut biasanya dibedakan berdasarkan “pekerjaan” nya. Ada semut ratu, yang dalam kelompoknya sangat dimanjakan. Semut ratu tidak perlu mencari makan, dia diberi makan oleh semut-semut lain. Tugasnya hanya bertelur sehingga menghasilkan anak-anak semut saja. Enak jadi semut ratu denk!!! He,he
Ada lagi semut pekerja yang tugasnya mencari makan. Semut pekerja yang sudah tua bertugas mencari daerah-daerah yang banyak makanannya. Dan semut pekerja muda bertugas mengangkut makanan itu ke sarang mereka. pintar bukan? Semut hidup berkelompok-kelompok. Satu kelompok bisa beranggotakan ribuan sampai jutaan ekor semut. Dalam kelompoknya, semut saling tolong menolong dan saling melindungi. Kelompok semut yang disebut koloni itu masing-masing dijaga oleh semut tentara. Ternyata semut, punya kekuatan militer juga toh..
Bagaimana semut makan? Nah, ini juga salah satu bukti kepintaran semut. Jika seekor semut menemukan makanan, misalnya sebutir permen yang jatuh dilantai, maka semut ini akan mengeluarkan tanda berupa senyawa kimia lewat sengat di bokongnya. Lalu teman-temannya akan membaui tanda itu, dan beramai-ramia menuju sumber makanan. Jika ukuran makanan itu kecil dan sesuai dengan ukuran tubuh semut yang mungil, maka semut akan membawa makanan itu satu per satu menuju sarang. Tapi jika besar, maka mereka akan bergotong royong menggotong makanan. Mereka juga sering saling memberi makan dari mulut ke mulut lho. Jadi, dalam satu kelompok, mereka selalu berbagi makanan. Tidak ada semut yang hanya memikirkan dirinya sendiri.
Nah, kalian sudah tahu bukan betapa ajaibnya semut, binatang kecil yang seringkali tidak kita perhatikan. Ternyata semut adalah binatang yang sangat terampil, pintar, dan saling berbagi. Tapi, teman-teman tentu lebih pintar lagi bukan? So, jangan mau kalah dari semut donk..!! malu nanti diejek semut..hehe..(dari berbagai sumber).

MAN JADDA WA JADDA



Setiap orang pasti memiliki keinginan untuk meraih kesuksesan. Setiap orang pasti punya mimpi-mimpi yang ingin diwujudkan. Namun, mendapatkannya memang tak semudah membalikkan telapak tangan. Beribu cara dan berbagai upaya ditempuh demi tercapainya setiap keinginan. Adakah cara ataupun “kunci” agar mampu meraihnya?
Allah swt menganugerahkan banyak hal kepada kita. Indra, kasih sayang, kekuatan fisik dan kemampuan berpikir. Allah memberikan kita otak yang memiliki kinerja yang luar biasa. Semua itu adalah modal untuk kita dalam menjalani kehidupan ini. Dengan segala pemberian yang Allah anugerahkan pada kita, kita mampu mewujudkan mimpi dan cita-cita kita, kita mampu meraih kesuksesan kita dan kita mampu berbagi dan membahagiakan orang-orang di sekeliling kita. Ya..kita mampu!!!
Kita mampu asalkan kita mau berusaha. Kita mampu asalkan kita mau mengoptimalkan segala hal yang ada pada diri kita. Kita mampu asal kita mau berpikir kreatif dan memberdayakan seluruh kemampuan kita. Man Jadda wa Jadda. “Barangsiapa yang berusaha, pasti akan mendapatkannya”. Begitulah sebuah pepatah dari Jazirah Arab mengungkapkannya. Mari kita berusaha, mengoptimalkan segala kemampuan kita, berpikir positif, mengembangkan kreatifitas dan berdoa serta bertawakkal pada Allah swt. Semoga kesuksesan senantiasa menghiasi hidup kita. Amin..